Indra's Blog | Tips dan Trik
Tutorial blog di blogspot, Trik dan tips seputar blog, Free download software
Kamis, 10 Maret 2011
Minggu, 27 Februari 2011
Wanita

Perempuan adalah mahluk Tuhan yang lembut, maka perlakukan mereka dengan lembut dan penuh kasih sayang. Perempuan adalah sosok yang mengedepankan perasaan, maka jaga dan jangan sakiti perasaannya. Perempuan adalah keindahan, maka jadikan kita pemujanya.
Perempuan adalah sosok yang butuh perlindungan, maka jadikan kita tangguh di matanya. Perempuan adalah sosok yang butuh teman, maka jadikan kita sang bijak yang setia menemaninya. Perempuan adalah sosok yang butuh pujian, maka jadikan kita sosok yang kan menambah pujian orang terhadapnya.
Ketika kita sebagai lelaki mencoba mengenali perempuan, maka kita kan menemukan sosok-sosok yang memiliki banyak perbedaan dengan kaum kita. Ya, karena itulah kita pantas menjadi bagian dari hidupnya. Berada di sisinya untuk menyempurnakan pesonanya, bukan untuk memudarkannya.
Kita sebagai lelaki harus pahami kerapuhannya dan karena itu kita harus berhati-hati memperlakukannya. Kita sebagai lelaki harus yakini ketangguhannya, maka jangan malu berbagi keluh bahkan menangis di peluknya.
Kita sebagai lelaki harus terbiasa memeluknya dengan erat, agar dia tahu betapa kita membutuhkannya. Kita sebagai lelaki harus mampu melepaskan jabat erat, agar dia tahu bahwa kita percaya padanya.
Lelaki romantis adalah sosok yang mereka butuhkan, saat mengecup kening dan membisikan kata sayang setiap kesempatan. Lelaki tegas adalah sosok yang mereka butuhkan, yang mampu mengambil kebijakan dalam berbagai persoalan.
Tapi dari semua rahasia perempuan, ada satu kuncinya. Jadilah imam yang baik buatnya, maka kita kan temukan rahasia-rahasia yang lain pada dirinya.
Senin, 03 Januari 2011
Sedekah Tidak Membuat miskin

Sedekah tidaklah mungkin mengurangi harta ... Yakinlah!
Dari Asma binti Abi Bakr, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda padaku,
لاَ تُوكِي فَيُوكى عَلَيْكِ
"Janganlah engkau menyimpan harta (tanpa mensedekahkannya). Jika tidak, maka Allah akan menahan rizki untukmu."
Dalam riwayat lain disebutkan,
أنفقي أَوِ انْفَحِي ، أَوْ انْضَحِي ، وَلاَ تُحصي فَيُحْصِي اللهُ عَلَيْكِ ، وَلاَ تُوعي فَيُوعي اللهُ عَلَيْكِ
"Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut[1]. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu."[2]
Hadits ini dibawakan oleh Yahya bin Syarf An Nawawi dalam Riyadhus Shalihin pada Bab "Kemuliaan, berderma dan berinfaq", hadits no. 559 (60/16).
Beberapa faedah hadits:
Pertama: Hadits di atas memberikan motivasi untuk berinfaq.[3] Bukhari sendiri membawakan hadits ini dalam Bab "Motivasi untuk bersedekah (mengeluarkan zakat) dan memberi syafaat dalam hal itu". An Nawawi membuat bab untuk hadits ini "Motivasi untuk berinfaq (mengeluarkan zakat) dan larangan untuk menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan)."
Kedua: Hadits ini menunjukkan tercelanya sifat bakhil dan pelit.
Ketiga: Hadits di atas menunjukkan bahwa al jaza min jinsil amal, balasan sesuai dengan amalan perbuatan.[4]
Keempat: Ibnu Baththol menerangkan riwayat pertama di atas dengan mengatakan, "Janganlah engkau menyimpan-nyimpan harta tanpa mensedekahkannya (menzakatkannya). Janganlah engkau enggan bersedekah (membayar zakat) karena takut hartamu berkurang. Jika seperti ini, Allah akan menahan rizki untukmu sebagaimana Allah menahan rizki untuk para peminta-minta."[5]
Kelima: Menyimpan harta yang terlarang adalah jika enggan mengeluarkan zakat dan sedekah dari harta tersebut. Itulah yang tercela.[6]
Keenam: Hadits ini menunjukkan larangan enggan bersedekah karena takut harta berkurang. Kekhawatiran semacam ini adalah sebab hilangnya barokah dari harta tersebut. Karena Allah berjanji akan memberi balasan bagi orang yang berinfaq tanpa batasan. Inilah yang diterangkan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani.[7]
Ketujuh: Bukhari dan Muslim sama-sama membawakan hadits di atas ketika membahas zakat. Ini menunjukkan bahwa yang mesti diprioritaskan adalah menunaikan sedekah yang wajib (yaitu zakat) daripada sedekah yang sunnah.
Kedelapan: Ibnu Baththol mengatakan, "Hadits ini menunjukkan sedekah (zakat) itu dapat mengembangkan harta. Maksudnya adalah sedekah merupakan sebab semakin berkah dan bertambahnya harta. Barangsiapa yang memiliki keluasan harta, namun enggan untuk bersedekah (mengeluarkan zakat), maka Allah akan menahan rizki untuknya. Allah akan menghalangi keberkahan hartanya. Allah pun akan menahan perkembangan hartanya."[8]
Kesembilan: Sedekah tidaklah mengurangi harta. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
"Sedekah tidaklah mengurangi harta."[9]
Makna hadits di atas sebagaimana dijelaskan oleh Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullah ada dua penafsiran:
1. Harta tersebut akan diberkahi dan akan dihilangkan berbagai dampak bahaya padanya. Kekurangan harta tersebut akan ditutup dengan keberkahannya. Ini bisa dirasakan secara inderawi dan kebiasaan.
2. Walaupun secara bentuk harta tersebut berkurang, namun kekurangan tadi akan ditutup dengan pahala di sisi Allah dan akan terus ditambah dengan kelipatan yang amat banyak.[10]
Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah menerangkan hadits di atas dengan mengatakan, "Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidaklah mengucapkan sesuatu berdasarkan hawa nafsunya semata. Beliau bersabda, "Sedekah tidaklah mungkin mengurangi harta". Kalau dilihat dari sisi jumlah, harta tersebut mungkin saja berkurang. Namun kalau kita lihat dari hakekat dan keberkahannya justru malah bertambah. Boleh jadi kita bersedekah dengan 10 riyal, lalu Allah beri ganti dengan 100 riyal. Sebagaimana Allah Taala berfirman,
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya." (QS. Saba: 39). Allah akan mengganti bagi kalian sedekah tersebut segera di dunia. Allah pun akan memberikan balasan dan ganjaran di akhirat. Allah Taala berfirman,
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al Baqarah: 261)". -Demikian penjelasan sangat menarik dari Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah[11]-.
Alhamdulillah, beberapa faedah sangat berharga telah kita gali dari hadits di atas. Semoga hal ini semakin mendorong kita untuk mengeluarkan zakat yang nilainya wajib dan sedekah-sedekah lainnya. Perhatikanlah syarat nishob dan haul setiap harta kita yang berhak untuk dizakati. Semoga Allah selalu memberkahi harta tersebut.
Namun ingatlah, tetapkanlah niatkan sedekah dan zakat ikhlas karena Allah dan jangan cuma mengharap keuntungan dunia semata. Kami mohon pembaca bisa baca artikel menarik lainnya di sini: Amat disayangkan, banyak sedekah hanya untuk memperlancar rizki.
Semoga penjelasan ini dapat menjadi ilmu bermanfaat bagi kita sekalian. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel rumasyh) Published www.suaramedia.com
Diselesaikan selepas shalat Maghrib, di Pangukan-Sleman, 19 Shofar 1431 H
Jumat, 31 Desember 2010
Malam Tahun Baru Jangan Jadi Ajang Maksiat
Masyarakat boleh saja meluapkan kegembiraannya melalui beraneka pesta untuk menyambut mucul tahun baru 2010 nanti malam. Namun jangan kotori lahirnya tahun baru ini dengan dengan pesta minum-minuman keras, perbuatan zinah dan perbuatan maksiat lainnya. Demikian ditegaskan Ketua I DPW PBB Sumut Ir. H. Bustinursyah Uca Sinulingga, MSc. IAI kepada DNAberita Kamis (31/12) di kediamannya Jalan Perisai Medan.
Dikatakannya, masyarakat kuhususnya para orang tua diharapkan dapat meningkatkan perhatiannya kepada anak-anaknya yang meminta ijin keluar rumah untuk merayakan tahun baru keluar rumah. Apalagi kepada anak perempuan.
"Kita tidak menginginkan terjadi perbuatan maksiat yang dikemas dalam perayaan tahun baru. Pulang larut malam rawan dengan perbuatan maksiat. Karena itu kita mengharapkan semua pihak dapat menahan diri jangan sampai terjerumus dengan perbuatan-perbuatan yang melanggar syariat agama," ujar mantan wakil ketua Badan Kehormatan DPRD Sumut ini.
Lebih lanjut dikatakannya, adalah lebih mulia kalau masyarakat menyambut tahun baru dengan meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT tuhan yang maha kuasa.
Sesungguhnya perbuatan maksiat manusia mengundang murka tuhan dan bencana. Sedangkan amal ibadah mengundang rahmat dan berkat tuhan. Karena itu kalau masyarakat Indonesia berkeinginan di tahun 2010 nanti menjadi tahun yang penuh keberkatan Alllah maka mari kita hiasi tahun ini dengan amal sholih seperti sholat sunnat, zikir, membantu/ bersedekah kepada fakir miskin, tausiah agama dan perbuatan lain yang diridhoi Allah.
Dia juga mengingatkan, bencana-bencana alam dan musibah yang menimpa bangsa Indoensia hendaknya dapat menjadi ikhtibar (pelajaran-red) bagi masyarakat Indonesia. Mengapa ini dapat terjadi dan menimpa kita. Semoga Kota Medan menjadi kota yang senantiasa dalam perlindungan tuhan dengan amal sholih yang kita kerjakan.
Malam Tahun Baru Jangan Jadi Ajang Maksiat
Masyarakat boleh saja meluapkan kegembiraannya melalui beraneka pesta untuk menyambut mucul tahun baru 2010 nanti malam. Namun jangan kotori lahirnya tahun baru ini dengan dengan pesta minum-minuman keras, perbuatan zinah dan perbuatan maksiat lainnya. Demikian ditegaskan Ketua I DPW PBB Sumut Ir. H. Bustinursyah Uca Sinulingga, MSc. IAI kepada DNAberita Kamis (31/12) di kediamannya Jalan Perisai Medan.
Dikatakannya, masyarakat kuhususnya para orang tua diharapkan dapat meningkatkan perhatiannya kepada anak-anaknya yang meminta ijin keluar rumah untuk merayakan tahun baru keluar rumah. Apalagi kepada anak perempuan.
"Kita tidak menginginkan terjadi perbuatan maksiat yang dikemas dalam perayaan tahun baru. Pulang larut malam rawan dengan perbuatan maksiat. Karena itu kita mengharapkan semua pihak dapat menahan diri jangan sampai terjerumus dengan perbuatan-perbuatan yang melanggar syariat agama," ujar mantan wakil ketua Badan Kehormatan DPRD Sumut ini.
Lebih lanjut dikatakannya, adalah lebih mulia kalau masyarakat menyambut tahun baru dengan meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT tuhan yang maha kuasa.
Sesungguhnya perbuatan maksiat manusia mengundang murka tuhan dan bencana. Sedangkan amal ibadah mengundang rahmat dan berkat tuhan. Karena itu kalau masyarakat Indonesia berkeinginan di tahun 2010 nanti menjadi tahun yang penuh keberkatan Alllah maka mari kita hiasi tahun ini dengan amal sholih seperti sholat sunnat, zikir, membantu/ bersedekah kepada fakir miskin, tausiah agama dan perbuatan lain yang diridhoi Allah.
Dia juga mengingatkan, bencana-bencana alam dan musibah yang menimpa bangsa Indoensia hendaknya dapat menjadi ikhtibar (pelajaran-red) bagi masyarakat Indonesia. Mengapa ini dapat terjadi dan menimpa kita. Semoga Kota Medan menjadi kota yang senantiasa dalam perlindungan tuhan dengan amal sholih yang kita kerjakan.
Dikatakannya, masyarakat kuhususnya para orang tua diharapkan dapat meningkatkan perhatiannya kepada anak-anaknya yang meminta ijin keluar rumah untuk merayakan tahun baru keluar rumah. Apalagi kepada anak perempuan.
"Kita tidak menginginkan terjadi perbuatan maksiat yang dikemas dalam perayaan tahun baru. Pulang larut malam rawan dengan perbuatan maksiat. Karena itu kita mengharapkan semua pihak dapat menahan diri jangan sampai terjerumus dengan perbuatan-perbuatan yang melanggar syariat agama," ujar mantan wakil ketua Badan Kehormatan DPRD Sumut ini.
Lebih lanjut dikatakannya, adalah lebih mulia kalau masyarakat menyambut tahun baru dengan meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT tuhan yang maha kuasa.
Sesungguhnya perbuatan maksiat manusia mengundang murka tuhan dan bencana. Sedangkan amal ibadah mengundang rahmat dan berkat tuhan. Karena itu kalau masyarakat Indonesia berkeinginan di tahun 2010 nanti menjadi tahun yang penuh keberkatan Alllah maka mari kita hiasi tahun ini dengan amal sholih seperti sholat sunnat, zikir, membantu/ bersedekah kepada fakir miskin, tausiah agama dan perbuatan lain yang diridhoi Allah.
Dia juga mengingatkan, bencana-bencana alam dan musibah yang menimpa bangsa Indoensia hendaknya dapat menjadi ikhtibar (pelajaran-red) bagi masyarakat Indonesia. Mengapa ini dapat terjadi dan menimpa kita. Semoga Kota Medan menjadi kota yang senantiasa dalam perlindungan tuhan dengan amal sholih yang kita kerjakan.
Rabu, 29 Desember 2010
Sejarah Kota Ku My love Delitua
Deli Tua, Situs Sejarah yang Terlupakan
SELAIN wisata alam Danau Toba dan alam pegunungan di Bukit Lawang, Sumatera Utara (Sumut) masih mempunyai beberapa segi wisata, antara lain wisata sejarah. Salah satu wisata sejarah di Sumut yang belum banyak dikenal orang adalah menelusuri sejarah Kerajaan Haru, yang merupakan salah satu cikal bakal kesultanan yang melahirkan Istana Maimoon di Medan. Sejarah Kerajaan Haru pulalah yang memadukan masyarakat Karo, Melayu, dan Aceh pada sebuah pertalian.
Berdasarkan catatan sejarah, pada abad ke-15, Kerajaan Haru itu termasuk salah satu kerajaan terbesar di Sumatera, setara dengan Kerajaan Pasai dan Malaka. Saat ini, di wilayah bekas Kerajaan Haru ini telah berdiri sebelas kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara bagian timur, yaitu Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Karo, Tebing Tinggi, Simalungun, Pematang Siantar, Asahan, Tanjung Balai, dan Labuhan Batu.
Pertalian Aceh, Karo, dan Deli bisa dilihat dari hal ini. Sultan pertama Kerajaan Deli yakni Tuanku Panglima Gocoh Pahlawan. Ia adalah Panglima Perang Aceh yang ditempatkan di sekitar wilayah Kerajaan Haru. Penempatan tersebut dilakukan untuk meredam pemberontakan terhadap Kerajaan Aceh pada masa Raja Iskandar Muda. Setelah menguasai ibu kota Kerajaan Haru di Deli Tua, Gocoh Pahlawan meminang putri keturunan Karo dan mendirikan Kerajaan Deli di tempat yang sama.
Salah satu Keturunan Gocah Pahlawan adalah Sultan Ma’moen Al-Rasyid Perkasa Alamsyah, yang membangun Istana Maimoen pada akhir abad ke-19. Istana itu bahkan masih berdiri megah hingga saat ini di tengah Kota Medan, Sumatera Utara. Sabtu, 6 April 2002.
MENJELAJAHI situs Kerajaan Haru adalah sebuah keasyikan tersendiri. Lokasi bekas ibu kota Kerajaan Haru itu terletak sekitar lima kilometer dari Pasar Deli Tua Baru di Jalan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada daerah yang udaranya masih bersih. Cocok untuk trekking sambil berwisata.
Setelah melalui jalan aspal beberapa saat, perjalanan ke situs itu kemudian dilanjutkan dengan melewati jalan berbatu dan sempit, menyusuri pinggiran Sungai Deli dan menyeberangi sebuah jembatan gantung yang bergoyang saat dilewati.
Usai melewati jembatan gantung, sampailah kita pada jalan yang diberi nama Jalan Pancur Gading. Nama ini diberikan, sebab di sepanjang jalan tersebut akan ditemui dua dari sebelas pancuran air yang dikeramatkan penduduk setempat. Masyarakat setempat mempercayai bahwa pancuran-pancuran air tersebut, dulunya, sering digunakan oleh penduduk di Kerajaan Haru, mulai dari raja hingga dayang-dayang kerajaan.
Kini, semua pancuran air tersebut telah dibuat permanen. Mata air yang turun langsung dari bukit tersebut ditampung dalam sebuah bak tembok setinggi satu setengah meter. Air tersebut kemudian dikeluarkan melalui dua buah pipa plastik yang tidak pernah ditutup sehingga airnya yang jernih itu mengalir terus-menerus.
Pancuran yang terbesar, yaitu berasal dari tiga titik keluaran air, terletak setelah kita melewati pancuran pertama yang berada di pangkal Jalan Pancur Gading. Penduduk setempat mempercayai bahwa pancuran terbesar itu merupakan tempat Putri Hijau, salah seorang penguasa terakhir Kerajaan Haru, untuk mandi. Situs sejarah bekas Istana Kerajaan Haru berada dekat dengan pancuran yang kedua itu. Pada hari libur atau akhir pekan, puluhan orang bermalam di pancuran ini.
KINI kita sudah dekat dengan situs sejarah peninggalan Kerajaan Haru. Dengan menaiki satu bukit lagi, sampailah kita di sana.
Akan tetapi, jangan membayangkan akan menjumpai runtuhan istana atau serakan batu candi misalnya. Situs itu kini hanya menyisakan gundukan tanah dengan tinggi sekitar lima meter dan lebar empat meter sehingga membentuk parit-parit yang dalam dan panjang. Gundukan tanah tersebut dibangun sebagai benteng pertahanan Kerajaan Haru saat menghadapi serangan laskar Sultan Aceh Alaiddin Mahkota Alam Johan Berdaulat atau Sultan Alaiddin Riayat Shah Al Qahhar.
“Orang Karo zaman dulu membangun rumah atau istana semata dari kayu. Jadi, tidak ada peninggalan yang bisa kita rasakan saat ini,” kata Darwan Perangin-angin, seorang tokoh masyarakat Karo yang mengarang buku “Adat Karo”.
Bukti bahwa gundukan tanah tersebut digunakan sebagai benteng pertahanan jaman Kerajaan Haru adalah letak gundukan tanah itu yang mengelilingi tanah datar yang ada di atas bukit itu. Tepat di atas tanah datar itulah tempat Istana Kerajaan Haru dan permukiman penduduk Kampung Deli Tua dulu berada. Sementara, letak gundukan tanah yang menghadap ke arah Sungai Deli dimaksudkan untuk menangkal serangan dari musuh yang masuk lewat laut melalui aliran Sungai Deli.
Dengan berada di situs bekas Istana Haru, kita merasakan betul bahwa lokasi istana itu sangatlah strategis. Dengan membayangkan bahwa keliling istana itu dulu dikelilingi pohon bambu, terasa betul betapa kuat dan strategisnya lokasi Istana Haru terhadap serangan musuh mana pun.
MASIH ada hal lebih menarik untuk kita telusuri. Perjalanan dilanjutkan ke permukiman penduduk yang terdekat dengan situs sejarah ibu kota Deli Tua tersebut, yaitu Dusun 1, Kampung Deli Tua, di Kabupaten Deli Serdang. Sekitar abad ke-15, kampung ini merupakan ibu kota Kerajaan Haru dengan nama yang sama yakni Deli Tua.
Sebagai bagian yang menyatu dengan bekas reruntuhan ibu kota Kerajaan Haru, yang masih tertinggal di dusun ini hanyalah ceritera-ceritera legenda yang dimiliki oleh hanya sebagian penduduknya, yang diperoleh mereka secara lisan turun-temurun dari orang tuanya. Maka, mampirlah ke sebuah kedai kopi di sana, dan dengarkan berbagai ceritera menarik dari penduduk, misalnya dari Nambun Sembiring Milala (71).
Di kampung tersebut, hanya Nambun yang masih menyimpan ceritera-ceritera legenda, seperti Putri Hijau yang mempunyai dua orang saudara yang berubah wujud menjadi naga dan meriam puntung. Legenda rakyat yang berkembang tentang Kerajaan Haru, pada beberapa bagian, memperoleh penguatan dari bukti-bukti yang ditemukan oleh penduduk Kampung Deli Tua itu sendiri.
Kisah tentang kemenangan laskar dari Sultan Aceh dalam perang melawan Kerajaan Haru, misalnya dari kisah mata uang dirham (deraham dalam bahasa Karo), yang berbentuk logam dan konon yang terbuat dari emas. Uang logam emas bertuliskan huruf Arab tersebut digunakan pasukan Aceh untuk memancing pasukan Haru keluar dari bentengnya.
Bukti bahwa peristiwa penyebaran uang logam tersebut terjadi bisa kita dapatkan dari ceritera para penduduk di sini. Nambun mengatakan sudah pernah menemukan lima keping uang logam emas yang dipercaya pernah digunakan oleh pasukan Kerajaan Aceh tersebut. Uang-uang emas itu ia temukan di sekitar pekarangan rumahnya pada sekitar tahun 1970.
“Sudah saya jual. Waktu itu, sekitar 10 tahun lalu, satunya masih laku Rp 4.000. Sekarang saya tidak menyimpan satu pun. Di sekitar sini juga pernah ditemukan patung naga terbuat dari emas dan pada bagian matanya dari berlian. Tapi, sudah diamankan polisi saat itu juga,” kata lelaki kelahiran tahun 1931 itu menambahkan.
Bukan hanya Nambun, Ngirim Ginting juga mempunyai pengalaman sama, hanya saja benda bersejarah yang ditemukannya berbeda. Ngirim menceritakan bahwa ia pernah menemukan sarung keris yang terbuat dari emas, serta beberapa peluru timah berbentuk bulat. Sarung keris berlapis emas itu kemudian ia jual ke Pasar Deli Tua Baru, sedangkan peluru-peluru timah itu ia lebur dan dijadikan sebagai vas bunga di rumahnya.
“Saya jual sarung keris itu waktu harga emas masih Rp 2.000 segramnya. Hampir semua penduduk di sini pernah menemukan uang logam emas Deraham itu, tapi pasti dijual. Terakhir masih ada yang menemukannya tahun kemarin,” kata Ngirim.
Satu-satunya penduduk yang masih menyimpan uang logam tersebut adalah seorang ibu, penduduk dusun yang sama, yang enggan disebut namanya. Uang emas berdiameter kurang dari satu sentimeter itu ditunjukkannya kepada Kompas untuk difoto.
Berhiaskan kaligrafi dalam huruf Arab dan ukiran berbentuk bulat di sekeliling pinggiran lingkarannya, uang dirham itu memang tampak sangat tua. Penduduk setempat menyebut kaligrafi itu sebagai tulisan berbahasa Aceh.
Namun, baik Nambun maupun Ngirim mengakui, mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa uang logam tersebut bernilai sejarah yang tinggi. Mereka tidak mengerti bagaimana sebuah uang emas tipis seperti itu mampu mengungkapkan jati diri dan sejarah keluarganya. Ia hanya mengetahui bahwa uang logam tersebut terbuat dari emas 24 karat dan bernilai uang jika dijual.
“Mereka juga tidak mengerti bahwa selama ini rumah yang mereka diami berada di sebuah bekas ibu kota kerajaan besar di zaman dahulu. Mereka tidak sadar bahwa dusun tempat mereka tinggal adalah sebuah situs sejarah yang mengenaskan karena tidak tersentuh usaha perlindungan sejarah, dan segera akan terlupakan,” ujar Darwan.
Sumber: Kompas
Pictures: Ilustrasi dari sora sirulo
SELAIN wisata alam Danau Toba dan alam pegunungan di Bukit Lawang, Sumatera Utara (Sumut) masih mempunyai beberapa segi wisata, antara lain wisata sejarah. Salah satu wisata sejarah di Sumut yang belum banyak dikenal orang adalah menelusuri sejarah Kerajaan Haru, yang merupakan salah satu cikal bakal kesultanan yang melahirkan Istana Maimoon di Medan. Sejarah Kerajaan Haru pulalah yang memadukan masyarakat Karo, Melayu, dan Aceh pada sebuah pertalian.
Berdasarkan catatan sejarah, pada abad ke-15, Kerajaan Haru itu termasuk salah satu kerajaan terbesar di Sumatera, setara dengan Kerajaan Pasai dan Malaka. Saat ini, di wilayah bekas Kerajaan Haru ini telah berdiri sebelas kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara bagian timur, yaitu Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Karo, Tebing Tinggi, Simalungun, Pematang Siantar, Asahan, Tanjung Balai, dan Labuhan Batu.
Pertalian Aceh, Karo, dan Deli bisa dilihat dari hal ini. Sultan pertama Kerajaan Deli yakni Tuanku Panglima Gocoh Pahlawan. Ia adalah Panglima Perang Aceh yang ditempatkan di sekitar wilayah Kerajaan Haru. Penempatan tersebut dilakukan untuk meredam pemberontakan terhadap Kerajaan Aceh pada masa Raja Iskandar Muda. Setelah menguasai ibu kota Kerajaan Haru di Deli Tua, Gocoh Pahlawan meminang putri keturunan Karo dan mendirikan Kerajaan Deli di tempat yang sama.
Salah satu Keturunan Gocah Pahlawan adalah Sultan Ma’moen Al-Rasyid Perkasa Alamsyah, yang membangun Istana Maimoen pada akhir abad ke-19. Istana itu bahkan masih berdiri megah hingga saat ini di tengah Kota Medan, Sumatera Utara. Sabtu, 6 April 2002.
MENJELAJAHI situs Kerajaan Haru adalah sebuah keasyikan tersendiri. Lokasi bekas ibu kota Kerajaan Haru itu terletak sekitar lima kilometer dari Pasar Deli Tua Baru di Jalan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada daerah yang udaranya masih bersih. Cocok untuk trekking sambil berwisata.
Setelah melalui jalan aspal beberapa saat, perjalanan ke situs itu kemudian dilanjutkan dengan melewati jalan berbatu dan sempit, menyusuri pinggiran Sungai Deli dan menyeberangi sebuah jembatan gantung yang bergoyang saat dilewati.
Usai melewati jembatan gantung, sampailah kita pada jalan yang diberi nama Jalan Pancur Gading. Nama ini diberikan, sebab di sepanjang jalan tersebut akan ditemui dua dari sebelas pancuran air yang dikeramatkan penduduk setempat. Masyarakat setempat mempercayai bahwa pancuran-pancuran air tersebut, dulunya, sering digunakan oleh penduduk di Kerajaan Haru, mulai dari raja hingga dayang-dayang kerajaan.
Kini, semua pancuran air tersebut telah dibuat permanen. Mata air yang turun langsung dari bukit tersebut ditampung dalam sebuah bak tembok setinggi satu setengah meter. Air tersebut kemudian dikeluarkan melalui dua buah pipa plastik yang tidak pernah ditutup sehingga airnya yang jernih itu mengalir terus-menerus.
Pancuran yang terbesar, yaitu berasal dari tiga titik keluaran air, terletak setelah kita melewati pancuran pertama yang berada di pangkal Jalan Pancur Gading. Penduduk setempat mempercayai bahwa pancuran terbesar itu merupakan tempat Putri Hijau, salah seorang penguasa terakhir Kerajaan Haru, untuk mandi. Situs sejarah bekas Istana Kerajaan Haru berada dekat dengan pancuran yang kedua itu. Pada hari libur atau akhir pekan, puluhan orang bermalam di pancuran ini.
KINI kita sudah dekat dengan situs sejarah peninggalan Kerajaan Haru. Dengan menaiki satu bukit lagi, sampailah kita di sana.
Akan tetapi, jangan membayangkan akan menjumpai runtuhan istana atau serakan batu candi misalnya. Situs itu kini hanya menyisakan gundukan tanah dengan tinggi sekitar lima meter dan lebar empat meter sehingga membentuk parit-parit yang dalam dan panjang. Gundukan tanah tersebut dibangun sebagai benteng pertahanan Kerajaan Haru saat menghadapi serangan laskar Sultan Aceh Alaiddin Mahkota Alam Johan Berdaulat atau Sultan Alaiddin Riayat Shah Al Qahhar.
“Orang Karo zaman dulu membangun rumah atau istana semata dari kayu. Jadi, tidak ada peninggalan yang bisa kita rasakan saat ini,” kata Darwan Perangin-angin, seorang tokoh masyarakat Karo yang mengarang buku “Adat Karo”.
Bukti bahwa gundukan tanah tersebut digunakan sebagai benteng pertahanan jaman Kerajaan Haru adalah letak gundukan tanah itu yang mengelilingi tanah datar yang ada di atas bukit itu. Tepat di atas tanah datar itulah tempat Istana Kerajaan Haru dan permukiman penduduk Kampung Deli Tua dulu berada. Sementara, letak gundukan tanah yang menghadap ke arah Sungai Deli dimaksudkan untuk menangkal serangan dari musuh yang masuk lewat laut melalui aliran Sungai Deli.
Dengan berada di situs bekas Istana Haru, kita merasakan betul bahwa lokasi istana itu sangatlah strategis. Dengan membayangkan bahwa keliling istana itu dulu dikelilingi pohon bambu, terasa betul betapa kuat dan strategisnya lokasi Istana Haru terhadap serangan musuh mana pun.
MASIH ada hal lebih menarik untuk kita telusuri. Perjalanan dilanjutkan ke permukiman penduduk yang terdekat dengan situs sejarah ibu kota Deli Tua tersebut, yaitu Dusun 1, Kampung Deli Tua, di Kabupaten Deli Serdang. Sekitar abad ke-15, kampung ini merupakan ibu kota Kerajaan Haru dengan nama yang sama yakni Deli Tua.
Sebagai bagian yang menyatu dengan bekas reruntuhan ibu kota Kerajaan Haru, yang masih tertinggal di dusun ini hanyalah ceritera-ceritera legenda yang dimiliki oleh hanya sebagian penduduknya, yang diperoleh mereka secara lisan turun-temurun dari orang tuanya. Maka, mampirlah ke sebuah kedai kopi di sana, dan dengarkan berbagai ceritera menarik dari penduduk, misalnya dari Nambun Sembiring Milala (71).
Di kampung tersebut, hanya Nambun yang masih menyimpan ceritera-ceritera legenda, seperti Putri Hijau yang mempunyai dua orang saudara yang berubah wujud menjadi naga dan meriam puntung. Legenda rakyat yang berkembang tentang Kerajaan Haru, pada beberapa bagian, memperoleh penguatan dari bukti-bukti yang ditemukan oleh penduduk Kampung Deli Tua itu sendiri.
Kisah tentang kemenangan laskar dari Sultan Aceh dalam perang melawan Kerajaan Haru, misalnya dari kisah mata uang dirham (deraham dalam bahasa Karo), yang berbentuk logam dan konon yang terbuat dari emas. Uang logam emas bertuliskan huruf Arab tersebut digunakan pasukan Aceh untuk memancing pasukan Haru keluar dari bentengnya.
Bukti bahwa peristiwa penyebaran uang logam tersebut terjadi bisa kita dapatkan dari ceritera para penduduk di sini. Nambun mengatakan sudah pernah menemukan lima keping uang logam emas yang dipercaya pernah digunakan oleh pasukan Kerajaan Aceh tersebut. Uang-uang emas itu ia temukan di sekitar pekarangan rumahnya pada sekitar tahun 1970.
“Sudah saya jual. Waktu itu, sekitar 10 tahun lalu, satunya masih laku Rp 4.000. Sekarang saya tidak menyimpan satu pun. Di sekitar sini juga pernah ditemukan patung naga terbuat dari emas dan pada bagian matanya dari berlian. Tapi, sudah diamankan polisi saat itu juga,” kata lelaki kelahiran tahun 1931 itu menambahkan.
Bukan hanya Nambun, Ngirim Ginting juga mempunyai pengalaman sama, hanya saja benda bersejarah yang ditemukannya berbeda. Ngirim menceritakan bahwa ia pernah menemukan sarung keris yang terbuat dari emas, serta beberapa peluru timah berbentuk bulat. Sarung keris berlapis emas itu kemudian ia jual ke Pasar Deli Tua Baru, sedangkan peluru-peluru timah itu ia lebur dan dijadikan sebagai vas bunga di rumahnya.
“Saya jual sarung keris itu waktu harga emas masih Rp 2.000 segramnya. Hampir semua penduduk di sini pernah menemukan uang logam emas Deraham itu, tapi pasti dijual. Terakhir masih ada yang menemukannya tahun kemarin,” kata Ngirim.
Satu-satunya penduduk yang masih menyimpan uang logam tersebut adalah seorang ibu, penduduk dusun yang sama, yang enggan disebut namanya. Uang emas berdiameter kurang dari satu sentimeter itu ditunjukkannya kepada Kompas untuk difoto.
Berhiaskan kaligrafi dalam huruf Arab dan ukiran berbentuk bulat di sekeliling pinggiran lingkarannya, uang dirham itu memang tampak sangat tua. Penduduk setempat menyebut kaligrafi itu sebagai tulisan berbahasa Aceh.
Namun, baik Nambun maupun Ngirim mengakui, mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa uang logam tersebut bernilai sejarah yang tinggi. Mereka tidak mengerti bagaimana sebuah uang emas tipis seperti itu mampu mengungkapkan jati diri dan sejarah keluarganya. Ia hanya mengetahui bahwa uang logam tersebut terbuat dari emas 24 karat dan bernilai uang jika dijual.
“Mereka juga tidak mengerti bahwa selama ini rumah yang mereka diami berada di sebuah bekas ibu kota kerajaan besar di zaman dahulu. Mereka tidak sadar bahwa dusun tempat mereka tinggal adalah sebuah situs sejarah yang mengenaskan karena tidak tersentuh usaha perlindungan sejarah, dan segera akan terlupakan,” ujar Darwan.
Sumber: Kompas
Pictures: Ilustrasi dari sora sirulo
Selasa, 21 Desember 2010
IBU....
Untuk Wanita yang hebat super Power
Ibu, Mama, Emak, Bunda, Enyak, Mom....
(ato apapun sebutan untuk wanita yang telah melahirkan kita)
SELAMAT HARI IBU

22 DESEMBER 2010
Terima kasih Ibu… Untuk segalanya…
Ibu, Mama, Emak, Bunda, Enyak, Mom....
(ato apapun sebutan untuk wanita yang telah melahirkan kita)
Dentang nafasmu menyeruak hari hingga senja
Tak ada lelah menggores diwajah ayumu
Tak ada sesal kala semua harus kau lalui
Langkah itu terus berjalan untuk kami
Desah mimpimu berlari
mengejar bintang
Berharap kami menjadi mutiara terindahmu
Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi ini
Dalam lelah kau rangkai kata bijak untuk kami
Mengurai senyum disetiap perjalanan kami
Mendera doa disetiap detik nafas kami
Ibu... kau berlian dihati kami
Relung hatimu begitu indah
Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya
Derai air matamu menguntai sebuah harap
Di setiap sholat malammu
Ibu...
Kami hanya ingin menjadi sebuah impian untukmu
Membopong semua mimpimu dalam pundak kami
Ibu...
Jangan benci kami
jika kami membuatmu menangis.
SELAMAT HARI IBU
22 DESEMBER 2010
Terima kasih Ibu… Untuk segalanya…
..........I Love U Mom...........
Senin, 20 Desember 2010
Merubah Beground Facebook
Mo share cara rubah background FB. Aku dapat dari nickname [E]mily. Jadi kalo sudah ada yang bisa jangan ngetawain yah.. :P~
Ok, biar gak penasaran kita langsung menuju TKP.
Pertama kamu donlod ini dulu. Kemudian restart Firefox-nya.
Kedua, masuk ke sini . Setelah itu pilih style yang kamu suka
Ketiga, klik load into stylish. Beres deh.
Selanjutnya tinggal kamu buka FB kamu. Oke, Met mencoba yak!!
Ok, biar gak penasaran kita langsung menuju TKP.
Pertama kamu donlod ini dulu. Kemudian restart Firefox-nya.
Kedua, masuk ke sini . Setelah itu pilih style yang kamu suka
Ketiga, klik load into stylish. Beres deh.
Selanjutnya tinggal kamu buka FB kamu. Oke, Met mencoba yak!!
Peraturan Vision 2 Net
===Selamat Datang===
Atas nama Vision 2 Net mengucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Demi kenyamanan bersama taatilah peraturan Vision 2 Net yaitu:
1. Diharapkan kepada pengunjung agar menjaga kebersihan
2. User yang menggunakan Komputer diharapkan menjaga barang - barang yang ada di meja komputer yang di sediakan
3. Harap menghubungi Operator jika ada masalah
4. Dilarang membuka situs porno, hacking, dan judi
5. Dilarang keras kepada User agar tidak membawa senjata Tajam atau senjata api
6. Dilarang keras kepada User yang berseragam sekolah untuk tidak menggunakan Komputer Vision 2 Net di waktu jam sekolah
7. Diharapkan kepada User yang menggunakan sepeda motor, agar mengunci kendaraanya dan menabahkan kunci pengaman yang lain demi menghindari kehilangan kendaraan, kehilangan kendaraan bukan tanggung jawab Vision 2 Net
8. Dilarang mengganggu User lain.
Demikian Peraturan Vision 2 Net atas perhatian kami ucapkan terima kasih
Vision 2 Net
Langganan:
Komentar (Atom)